Rabu, 28 Januari 2009




Niki fotonipun kiai kulo Mbah BASIR AL_haj

Rabu, 14 Januari 2009

Cerpenku

TETANGGAKU SURGA

Cerpen : M.A. Khafidz

Matahari sudah mencapai seperempat lebih dari setengah lingkaran langit pagi, di belahan langit sebelah tenggara awan putih bergumpal-gumpal bercumbu mesra dengan langit biru, dan aku merasa seolah angin tak berhembus, hanya terkadang rambutku yang panjang terurai tergoyang lembut olehnya.

Kupandangi terus gedung berpagar yang cukup tinggi yang agak jauh dari rumah. Tepatnya di sebelah utara rumahku, dengan berbatas lintasan jalan yang tak terlalu ramai dengan arus perjalanan, pagarnya yang sudah begitu tua terukir huruf-huruf arab, entah apa bacanya, gedung itu hanya berpintu gerbang satu yang terbuat dari kayu serta mulai menghitam dan merapuh, itu membuat penghuninya jarang bertemu dengan dunia luar. Tapi sesekali kulihat keluar lewat gerbang itu, sosok perempuan yang memakai pakaian khas, Rok panjang, Baju seperti jubah dengan lengannya yang panjang, serta kepala terbungkus selembar kain kecuali hanya wajahnya yang terlihat.

Semakin kudalami lamunanku dan kuliarkan fikiranku, sekilas terbayang wajah Dika dalam benakku, memang, sudah seminggu terakhir ini aku tidak bersua dengannya, ketika liburan semester gasal dimuali. Meski, setiap bertemu aku hanya diam seribu bahasa, rasanya tak kuasa mulut untuk berucap padanya, tapi sesosok Dika begitu misteri, tinggal dimanakah ia sebenarnya? Tak satupun temannya yang tahu.

“ Iffa !” dari belakang Ririn dan Risa mengagetkanku, mereka adalah saudara sepupuku yang sudah terbiasa di rumahku.

“ kalian tak bisa puas apa! Kalau belum membuat jantung orang copot!” jawabku sambil ku putar tubuhku kearah mereka.

“ Sorry…bercanda kok..” Rinrin menjawab dengan nada lirih. “ Ada apa sih pagi-pagii udah melamun ? “ tambah Risa.

“ lagian yang ngelamun siapa? Orang lagi cari udara segar !” aku semakin kesal di buat olehnya, “ Ada apa? Tumben liburan mau ke sini.” Terusku.

“ Nggak ada apa-apa, cuma mau nawarin kamu, kamu mau nggak ikut belajar kelompok” jawab Ririn. “ Soalnya kemarin kamu sudah aku daftarkan di kelompok kita”, Ririn semakin meyakinkan. “ iya, dan rencananya di mulai sekarang di rumah Dimas” Risa juga andil bicara.

“ Ok! Sekarang?” aku pura-pura tak tahu menahu.

“ Enggak! Tahun belakang !” jawab Risa ketus. “ ya pastilah sekarang masak tahun depan kita sudah lulus tau!” Ririn menimpali dengan nada yang tak kalah ketusnya. Meski begitu di wajah mereka terdapat secarik tawa yang ditahan.

“ gitu saja ngambek, biasa tau, ha…ha…ha…” ledekku pada mereka dan tertawa bersama. “ aku mau ganti busana dulu ya, sekalian mau izin sama nyokab” kutinggalkan mereka di teras depan lantai dua itu. Tak lebih setengah jam aku dan teman-teman sudah berkumpul di rumah Dimas, butir-butir soal dari yang mudah sampai yang sulit telah selesai dengan baik.

“ Fa, ngomong-ngomong kabarnya hubungnmu dengan Dika gimana?” pertanyaan itu mengagetkanku, mendengar nama itu hatiku bergetar lembut.

“ Biasa” jawabku singkat, “ kira-kira ada yang tahu rumahnya nggak?” tambahku.

“ Enggak tau ”jawab mereka serempak sambil menggeleng. Jawaban singkat itu membuatku semakin rindu sama Dika.

Tak terasa waktu terus berjalan, terdengar lembut teriakan lewat speker masjid, entah apa namanya, karena sejak kecil aku terlahir tanpa mengenal tuhan, keluargaku yang membuatku begitu, jadi aku tak tahu hal-hal yang seperti itu, terkadang aku ingin ikut seperti tetanggaku yang selalu pakai pakaian yang menutupi seluruh tubuh, tapi terkadang aku ingin seperti sepupuku, yang katanya beragama Kristen. Setiap ada fikiran itu, hatiku selalu bingung dan segera kuusir.

# # #

Seminggu waktu yang tak begitu lama untuk liburan, kini sekolah telah masuk, belajar mengajar di sekolah mulai berjalan seperti biasanya, tapi hanya aku satu-satunya anak di kelas itu yang kurang bersemangat, entah karena waktu liburan yang kurang lama atau mungkin karena kudapati waktu itu Dika tidak masuk yang dengan alasan ada urusan keluarga. Aku sendiri bingung.

Hari-hari kulalui penuh dengan kerinduan, meski aku dan Dika berbeda agama, bahkan aku sendiri tidak beragama, itu tak menyurutkan sayangku padanya, tapi aku juga tak berani mengungkapkannya. Lagi-lagi kalau aku memirkan Dika pasti rasa kemauanku untuk bertuhan juga datang menghantuiku, kuusir, datang lagi dan ku usir lagi dan datang lagi, dan seterusnya…

Hari itu Dika belum juga masuk padahal itu sudah hari keempat dari izinnya , bangku tempat duduknya masih kosong, seakan ia rindu dengan penghuninya, aku mulai curiga dan semakin curiga pasti ada apa-apa dengan dia atau keluarganya, semua teman-temanya ku tanyai tentang alamatnya tak ada yang tahu, aku semakin pusing, “ Pegawai TU” bisikku dalam hati, “ mungkin dia tahu” bisikku lagi, ku temukan alamatnya di kantor TU, kutulis alamatnya di tangan kiriku dengan pena yang telah aku bawa kesana-kemari.

Aku baru tahu dari tetangganya, ternyata sudah tiga hari yang lalu Dika menunggui ayahnya yang berbaring di ranjang berselimut putih polos, dengan suasana ruangan yang penuh dengan bau obat, dengan adanya keterbatasan biaya pengobatan ayah Dika tersendat, karena itu sakitnya semakin parah dan kritis, terkadang dalam hatinya ada perasaan semacam khawatir dan rasa pedih dan sesekali keluar air bening dari kelopak matanya yang mulai mencekung karena tiap malam harus terjaga, setetes demi setetes air bening itu mulai membasahi pipinya, kemudian ia membayangkan apa yang akan terjadi setelah itu, namun sebentar bayangan itu datang dan secepat itu pula ia mengusirnya, datang lagi dia usir lagi, datang lagi dan dia usir lagi datang lagi dan berulang-ulang………..

Sore itu jam besuk yang ditunggu-tunggu para pasien sudah tiba, pasien-pasien yang lain sibuk melayani tamu-tamunya, sedikit kegembiraan tersurat di wajah mereka yang lesu itu, hanya bagi Dika, ia tidak berharap kepada orang-orang untuk menjenguk ayahnya, kecuali adiknya dan ibunya yang membawa makanan dan pakaian untuknya, orang miskin semacam mereka memang jarang di perhatikan orang, karena itu Dika sangat kaget ketika tiba-tiba aku berdiri di sampingnya.

“ Iffa kau, dari mana kau tahu aku disini?” wajahnya sedikit tergaris keceriaan yang berbaur dengan kepiluan dan malu, wajahnya sedikit di rundukkan.

“ Dari sini ” jawabku, jari telunjukku menunjuk ke mulutku. Suaraku pelan setengah berbisik.

“ Aku menghawatirkanmu, beberapa hari ini kamu tidak masuk sekolah, aku kesulitan cari alamat rumahmu, semua teman-teman kamu tak ada yang tahu. Tapi ketemu juga kan?” suaraku masih pelan dan ketua goreskan senyum simpul kepadanya, “ kamu di sini dengan siapa?” tanyaku.

“ Sendirian, tapi sekarang dengan adiku” jawabnya, sambil terus memegang tangan ayahnya. Belum sepat ketua bertanya, ketua dengar suara gesekan kaki dengan lantai semakin mendekat, ketua arahka pandanganku ke arahnya, “ Assalamu’alaikum” suaranya yang lembut dan halus, membuat jiwaku terpana dan terhenyak olehnya, mendengar suara itu hatiku bagai tanah kering yang terhujani, tapi aku tak tahu apa arti ucapanya tadi, aku bingung harus jawab apa.

“ Wa’alaikumsalam” jawab Dika pelan, aku hanya menganutnya, tapi serasa sangat sulit ku ucapkan.

“ itu adikku” sambil menunjuk kearah wanita yang baru masuk kamar.

“ Zahroh, kenalkan, ini teman sekolah kakak” sambil menunjuk ke arahku dan kulihat Dika mengedipkan matanya, entah apa maksudnya. Adiknya langsung berjabat tangan denganku dan saling berkenalan.

“Adik ini sekolah di mana?” tanyaku setelah agak lama berbincang-bincang.

“ Tidak sekolah kak, satu-satunya di keluarga kami yang sekolah hanya kak Dika” jawabnya polos, memmang ia masih berumur 13-an tahun.

“ Lantas adik belajar di mana?”

“ Di Surga Darul Fikr.”

“ Maksudnya?” Aku semakin tak Faham dengan pembicaraanya.

“ Darul Fikr itu nama sebuah Pesantren Putri di daerah Demak, dan kami yang sebagai penghuninya, dan juga sering orang-orang memberi julukan kepada kami Bidadari dunia, karena kami terhindar dari perbuatan jelek seperti bidadari-bidadari yang ada di surga yang telah di ceritakan sama guru-guru kami, terus guru kami juga bilang pesantren putri itu identik dengan syurga” paparnya masih sangat polos.

” terus sekolah kamu gimana Dik?” tanyaku pada Dika.

“ Mungkin putus, aku sudah tak kuat membiayai” jawabnya pelan dan tergetar.

“ Jangan Dik, kamu sudah kelas tiga”

“ Habis gimana lagi , uang yang aku tabung sudah habis tuk tambah biaya pengobatan ayahku” jawabnya semakin mengharu.

“ Mungkin tabunganku bisa kamu pakai” tawarku.

“Terima kasih” jawabnya singkat.

Setelah berbincang-bincang mengenai ini iti dan mengenai ayahnya akupun berpamitan pulang, dan ketua berikan amplop yang dengan isi seadanya.

“ Bertuhan” dalam benakku selalu terfikir itu, akupun juga mulai ingat pelajaran PKn, tentang Pancasila yang sila pertama, ternyata negara yang aku tempati berlandasan agama, hatiku semakin bergemuruh dan menggebu-gebu, selama ini mungkin aku tak teralu memperhatikan pelajaran-pelajaranku yang memuat ketuhanan, atau mungkin aku memang tak mau tahu dengan itu, aku semakin tak dapat menentukan fikiranku.

Waktu berjalan begitu cepat, hari demi hari berjalan dengan tertibnya, bulan-bulan juga ikut mengantri dari kejauhan. Manusia memang hanya berusaha dan berdo’a tapi tuhanlah yang berkehendak, Ayahnya Dika telah menghadap kepada tuhan, meski aku sudah berusaha membantu biaya perawatanya dengan uang tabunganku dan dengan sesekali minta pada bapakku dengan alasan pembayaran sekolah atau yang lain untuk membantu Dika.

UN akan dilaksanakan dua bulan yang akan datang, tapi batinku masih payah dengan berfikir ingin mempunyai tuhan, Setiap hari aku selalu minta uang ayahku dua kali lipat, kugunakan belanja-belanja dengan teman-temanku, dan lebihnya ku tabung, tabungaku kini mencapai jutaan.

Setiap hari aku berfoya-foya dengan kekayaan ayahku yang melimpah ruah, semua yang aku butuhkan terpenuhi, pergi ke taman hiburan, ke mol, atau yang lainya, semua itu ketua gunakan untuk menghilangkan kegundahanku akan tuhan.

Kulihat kalender di ruang tamu, ternyata ujian kurang setengah bulan lagi, ibu dan ayahku sedang duduk di sofa dengan santainya sambil nonton TV, ku beranikan untuk minta izin pada orang tuaku.

“ Yah, seandainya aku bertuhan, ayah dan ibu setuju nggak?” pertanyaanku meluncur bagai gerak reflek. Tak cuma ayahku saja, ibuku juga sangat kaget setelah mengetahui apa yang ku inginkan. Kulihat raut wajah ayahku yang mulai memerah, menandakan ketidak senangannya.

“ Apa kamu bilang! Bertuhan! Ingat ya, kalu kamu masih ingin kuanggap sebagai anakku, buang jauh-jauh itu fikiran, apa itu tuhan! “ ayahku menjawab dengan penuh kemarahan, matanya melotot tepat menatap ke mataku. Aku semakin takut.

“ iya yah, maaf” jawabku pelan dengan tubuh yang terus gemetaran.

Rasa ingin mempunyai tuhanku sempat memudar, tapi tak selang lama lagi rasa itu sudah kembali dan semakin kuat, malam itu seisi kamarku kuajak merenung, seakan mereka tahu apa yang kumaksud, dan seakan mereka juga setuju kalau aku mempunyai tuhan.

Pagi-pagi sekali aku sudah berangkat sekolah, dengan harapan dapat bertemu dengann Dika, sesampai di sekolah kudapati Dika seorang diri di dalam kelas, kudekati Dika dengan perasan agak berat namun tetap kuberanikan untuk langsung bicara.

“ Dik, aku mau masuk agama kamu, caranya gimana?” kuluncurkan pertanyaanku dengan tiba-tiba.

“ Serius !” jawabnya kaget, diraut wajahnya tersirat ketidak percayaan.

“ Aku serius, aku juga mau jadi bidadari, seperti adikmu, tolong beri aku solusi.” Suaraku semakin melemah.

“ Kalau kamu memang serius, nanti setelah pulang sekolah ikut aku ke rumahnya ustad Jamal.” tawarnya mantap. Akupun hanya mengangguk.

Sekolah SMA itu sangat padat dengan kepulangan siswanya, “Iffa, jadinggak?” kudengar suara Dika yang semakin mendekat.

“ Iya, jadi.” Jawabku, akupun menyusul dari belakangnya.

“ Iffa, pulang nggak ? bareng yuk.” Ajak Ririn dan risa kepadaku, hanya senyuman yang ku lemparkan kembali. Aku tahu kalau mereka belum tahu tentang akan islamnya aku hari itu.

Tak lama aku dan Dika sudah tiba di rumahnya Ustad Jamal, Diki di situ sudah seperti anaknya sendiri, mau apa saja terserah. Setelah berbincang-bincang, dan aku mengutarakan maksudku, acarapun dimulai, Ustad Jamal membingbingku untuk membaca Syahadad dan katanya cara masuk agama islam hanya itu saja, dia membacakan dua kalimah syahadad dan aku di suruh mengikutinya.

Siang itu merupakan paling bersejarah bagi kehidupanku dan keluargaku yang atheis, “ Aku masuk Islam “ lirihku, seperti mimpi, ternyata sejak kecil yang ku pandangi dari rumahku, bangunan tua, berpagar, berpintu gerbang, bertuliskan Darul Fikr, dam yang sesekali keluar dari balik gerbang sosok yang unik bagiku, kini aku telah mendapatkan jawabannya, malahan kudapatkan jawabanya dari anak kecil, mereka yang menghuninya biasa menyebutnya surga di dunia,

Pesantren putri, itulah tujuanku selanjutnya jika aku nantinya harus angkat kaki dari rumah, Tabunganku akan cukup untuk hidupku sementara dan kugunakan untuk melunasi administrasi sekolahku, semua itu kuambil dari saran Dika, aku harus nyantri dan sudah kupilih aku akan nyantri di Darul Fikr bersama adiknya.

Darul Fikr, yang dulu pernah di ceritakan oleh adiknya Dika dan sekarang aku telah memilih tempat itu untuk ku tempati di kehidupanku yang baru, ternyata tempat itu ada di dekat rumahku, tepatnya ada di sebelah utara rumahku, gedung tua yang sejak kecil membuatku selalu bertanya-tanya, gedung apakah itu? Kini telah kudapatkan jawabannya.

Dari situ aku juga masih bisa melihat rumahku dan rasanya tak mungkin orang tuaku mencariku kesana.

Setelah proses sederhana itu selesai aku pulang dan kuberanikan aku bertanya pada orang tuaku untuk yang kedua kalinya, meski ayah dan ibuku mengusirku darirumah, aku akan siap.

Jam lima belas lebih sedikit aku sudah sampai di rumah, ayah dan ibuku sudah bersiap-asiap pergi, entah kemana.

“Mah, mau kemana? “ Tanyaku pada ibuku yang masih merapikan barang-barangnya kedalam tasnya.

“ Ini bapakmu dan ibu mau ke acara ulang tahun perusahaan temannya bapakmu, kamu di rumah saja ya..” ibuku menjawab penuh dengan kasih sayang.

“ Mah, pah, aku mau minta satu permintaan boleh nggak ? “Tanyaku pada mereka, dengan nada setengah bergetar aku mengutarakannya.

“ Boleh, mau apa? Uang ? “ kini ayahku yang menjawabnya, juga dengan nada yang lembut.

“ Nggak yah, nggak itu yang kumaksud, tapi aku ingin mempunyai tuhan seperti teman-temanku.” Pertanyaanku yang kemarin ku ulangi lagi malah dengan nada semakin yakin, persis seperti yang kuduga, orang tuaku langsung naik pitam.

“ Apa kamu bilang..!” ayahku marah sejadi-jadinya, “ Takkan ku izinkan ! “ ibuku menambahi, ibuku juga yang biasanya bersikap lemah lembut tapi kini sangat mengerikan, dari sorot matanya yang seakan menusuk mataku, membuatku gemetar.

“ Tapi aku sudah punya, mah.”

“ Apa !, mending aku tak punya anak, daripada aku harus mempunyai anak sepertimu!”

Ayah semakin marah, “ Pergi dari rumahku !” sambil menunjukkan jari telunjuknya ke arah luar rumah.

Aku langsung lari ke kamar dan menangis sejadi-jadinya, tapi tekadku memang sudah bulat, semua barang-barangku segera kukemas, dan juga tak lupa kartu ATM-ku yang akan ku buat melunasi sekolahku dan untuk bekal hidupku sementara.

Aku pergi selagi ayah dan ibu cekcok di dalam kamarnya, hanya satu tujuanku yaitu rumah Ustad Jamal, karena Dika masih disana, setelah itu aku akan tinggal di surga seperti yang telah di ceritakan adiknya Dika dulu, di sebelah utara rumahku, disana aku bisa selalu bersama dengan bidadari-bidadari dunia yang diantaranya adalah adiknya Dika. Pesantren Darul Fikr, surgaku di dunia ini yang sekaligus jadi tetanggaku.


Selasa, 06 Januari 2009

ini adalah surat darinya: dek maafkan Q......................

@ss@l@mu@l@ikum.................Y@ @khi qolbi
Hari ini aq nulis semua apa yang selama ini aq rasakan,bolehkan kalau adek berbagi sama kamu! Fid kamu tahu,akhir2 ini aku nggak bisa menahan air mata kesedihanku. Fid aq merasa sekarang kamu dah nggak kenal ma aq,kediamanmu,kemurunganmu,sehingga aq segan ingin bicara ma kamu.dan itulah yang selama ini membuat aq merasa bersalah &bersalah.Fid kenapa sih kamu nggak mau berbagi tentang apa yang kamu rasakan...........!
Dan aku merasa mimpi aq menjadi kenyataan.Adek pernah bilang sama kamu kalau aku prnah mimpi di benci,didiemin &rasanya dah nggak kenal lagi sama aq.Dan sekarang itu semua aku rasakan,Aku takut ...............!Maafin adek mungkin selama ini aku sering nyakitin hati kamu(dalam hal apapun).Fid.....aku ingin kalau kamu punya masalah jangan dipendem sendiri.Eh fid kemarin adek aku bilang "mbak kak khafidz kenapa?Kok kayak nggak kenal mbak gitu!!!Aku ya........bilang nggak tahu.Kamu sebenarnya ada masalah apa sih! Maafin akumungkain selama ini aku sulit sekali untuk di ajak komunikasi.
@dek S@ng@t....................................................!!!!!
"''W@ss@mu@l@ikum.....................!""'

Dek"IKM@"


@ss@l@mu@l@ikum.........Y@ @khi qolbi............
Fid.....tau nggak sejak hari sabtu kemarin aku ingin menjerit dan menangis agar hati ini lega.Kenapa sih di hari sabtu kemarin kamu nggak berangkat!!!aku juga ingin banget curhat,
ingin mencurahkan semua apa yang ada dalam hati yang sangat gundah dan tak karuan ini.Mungkin nilai semester aku nanti banyak yang merah.
Akhi..........kadang aku sedih banget,karena aku nggak bisa berkomunikasi langsung sama kamu.sulit..........banget untuk bisa saling curhat dan berbagi.Kamu benar mungkin ALLAh belum mengizinkan itu semua.Tapi adek jujur walaupun begitu kamu selalu ada di hati aku.
Fid....aku mau tanya apa hati kamu pernah aku sakiti,gara2 aku sulit banget diajak berkomunikasi.Karna akhir2 ini kamu sering...banget merenung.fid bolehkah aku mengetahui semua kegundahanmu!!!adek merasa kalau aku sering nyakitin hati kamu.Maafin aku ya?kumohon hilangkanlah hobi merenung mu itu.Semua teman2 selalu ingin melihatmu tersenyum &ceria.
Fid......kenapa ya setiap hari bayangan kamu selalu ada dalam fikiran aku?Apa kamu di pondok ada masalah!adek juga sangat.................mu!!Eh kemarin liburannya di rumah gimana?Abah &umi sehat kan?gimana dengn kak fatah!udah dapet belum wanita yang sholehah untuk dia!Semoga Allah selalu memberikan yang terbaik untuk semuanya.Amin
Mungkin tulisan ini bisa sedikit menghilankan rasa sedihku.Adek membutuhkan nasehatmu...........!Kabulkanlah semua permintaanku!!!!!!
W@ss@l@mu@l@ikum,....................Tersenyuml@h!

Dek"IKM@"


Dek maafkan Q...........................Q kan selalu tersenyum untukmu.......................

Selasa, 23 Desember 2008



Sudah seminggu ini Q merasa sangat bingung, Q mau mengerjkan apa, tapi Q bingung. Dia oarng yang selama ini Q sayangi dan Q cintai "Dek Darul" nama biasa Q memanggil, Ingin sekali ku bercanda, tertawa bersama, dan selalu bersamanya, Tapi mengapa Q tak bisa, salahkah Q dengan semua ini, ya ALLAH, Apakah Q dosa? Q tak mengerti perasaan orang yang Q cintai, ApaLagi yang lAiNnya. ya AllaH kalau memang begitu adanya, Ampunilah semua Dosaku, ya Allah Kabulkanlah Apa yang Q cita2-kan dAn yang Q impikan Dan yAng Q angaN2-kAn, Dan ridloilah Dan Rohmatilah. Ya ALLAH jangan engkau jauhkan orang2 yang Q sayangi dariku.

Tunjukkan Bagiku jalan Mu yang Benar, yang dapat Q telusuri dengan Mudah dengan kehendakmu, Rohmadmu dan RidloMu, Ya ALLAH.................................


Minggu, 23 November 2008

Menyingkap 1001 Hikmah Shalat Subuh


sholat.jpg“Sesungguhnya amal manusia yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya” Jika shalatnya baik, maka baik pula seluruh amalnya; dan kalau jelek, maka jeleklah seluruh amalnya. Bagaimana mungkin seorang mukmin mengharapkan kebaikan di akhirat, sedang pada hari kiamat bukunya kosong dari shalat Subuh tepat waktu?

“Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya’ dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya (berjamaah di masjid) sekalipun dengan merangkak” [HR Al-Bukhari dan Muslim]

Shalat Subuh memang shalat wajib yang paling sedikit jumlah rekaatnya; hanya dua rekaat saja. Namun, ia menjadi standar keimanan seseorang dan ujian terhadap kejujuran, karena waktunya sangat sempit (sampai matahari terbit)

Ada hukuman khusus bagi yang meninggalkan shalat Subuh. Rasulullah saw telah menyebutkan hukuman berat bagi yang tidur dan meninggalkan shalat wajib, rata-rata penyebab utama seorang muslim meninggalkan shalat Subuh adalah tidur.

“Setan melilit leher seorang di antara kalian dengan tiga lilitan ketika ia tidur. Dengan setiap lilitan setan membisikkan, ‘Nikmatilah malam yang panjang ini’. Apabila ia bangun lalu mengingat Allah, maka terlepaslah lilitan itu. Apabila ia berwudhu, lepaslah lilitan yang kedua. Kemudian apabila ia shalat, lepaslah lilitan yang ketiga, sehingga ia menjadi bersemangat. Tetapi kalau tidak, ia akan terbawa lamban dan malas”.

“Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan (waktu Isya’ dan Subuh) menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat” [HR. Abu Dawud, At-Tarmidzi dan Ibnu Majah]

Allah akan memberi cahaya yang sangat terang pada hari kiamat nantinya kepada mereka yang menjaga Shalat Subuh berjamaah (bagi kaum lelaki di masjid), cahaya itu ada dimana saja, dan tidak mengambilnya ketika melewati Sirath Al-Mustaqim, dan akan tetap bersama mereka sampai mereka masuk surga, Insya Allah.

“Shalat berjamaah (bagi kaum lelaki) lebih utama dari shalat salah seorang kamu yang sendirian, berbanding dua puluh tujuh kali lipat. Malaikat penjaga malam dan siang berkumpul pada waktu shalat Subuh”. “Kemudian naiklah para Malaikat yang menyertai kamu pada malam harinya, lalu Rabb mereka bertanya kepada mereka - padahal Dia lebih mengetahui keadaan mereka - ‘Bagaimana hamba-2Ku ketika kalian tinggalkan ?’ Mereka menjawab, ‘Kami tinggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami jumpai mereka dalam keadaan shalat juga’. ” [HR Al-Bukhari]

Sedangkan bagi wanita - walau shalat di masjid diperbolehkan - shalat di rumah adalah lebih baik dan lebih banyak pahalanya, yaitu yang mengerjakan shalat Subuh pada saat para pria sedang shalat di masjid. Ujian yang membedakan antara wanita munafik dan wanita mukminah adalah shalat pada permulaan waktu.

“Barang siapa yang menunaikan shalat Subuh maka ia berada dalam jaminan Allah. Shalat Subuh menjadikan seluruh umat berada dalam jaminan, penjagaan, dan perlindungan Allah sepanjang hari. Barang siapa membunuh orang yang menunaikan shalat Subuh, Allah akan menuntutnya, sehingga Ia akan membenamkan mukanya ke dalam neraka” [HR Muslim, At-Tarmidzi dan Ibnu Majah]

Banyak permasalahan, yang bila diurut, bersumber dari pelaksanaan shalat Subuh yang disepelekan. Banyak peristiwa petaka yang terjadi pada kaum pendurhaka terjadi di waktu Subuh, yang menandai berakhirnya dominasi jahiliyah dan munculnya cahaya tauhid. “Sesungguhnya saat jatuhnya adzab kepada mereka ialah di waktu Subuh; bukankah Subuh itu sudah dekat?” (QS Huud:81)

Rutinitas harian dimulainya tergantung pada pelaksanaan shalat Subuh. Seluruh urusan dunia seiring dengan waktu shalat, bukan waktu shalat yang harus mengikuti urusan dunia.

“Jika kamu menolong (agama) Allah, maka ia pasti akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu” (QS Muhammad : 7)

“Sungguh Allah akan menolong orang yang menolong agamanya, sesungguhnya Allah Maha Kuat dan Maha Perkasa” (QS Al-Hajj:40)

TIPS MENJAGA SHALAT SUBUH :

  1. Ikhlaskan niat karena Allah, dan berikanlah hak-hak-Nya
  2. Bertekad dan introspeksilah diri Anda setiap hari
  3. Bertaubat dari dosa-dosa dan berniatlah untuk tidak mengulangi kembali
  4. Perbanyaklah membaca doa agar Allah memberi kesempatan untuk shalat Subuh
  5. Carilah kawan yang baik (shalih)
  6. Latihlah untuk tidur dengan cara yang diajarkan Rasulullah saw (tidur awal; berwudhu sebelum tidur; miring ke kanan; berdoa)
  7. Mengurangi makan sebelum tidur serta jauhilah teh dan kopi pada malam hari
  8. Ingat keutamaan dan hikmah Subuh; tulis dan gantunglah di atas dinding
  9. Bantulah dengan 3 buah bel pengingat(jam weker; telpon; bel pintu)
  10. Ajaklah orang lain untuk shalat Subuh dan mulailah dari keluarga

Jika Anda telah bersiap meninggalkan shalat Subuh, hati-hatilah bila Anda berada dalam golongan orang-orang yang tidak disukai Allah untuk pergi shalat. Anda akan ditimpa kemalasan, turun keimanan, lemah dan terus berdiam diri.

Pesantren Sebagai JangkarRata Penuh Nasionalisme

Sejak awal sejarah perlawanan terhadap kolonial dilakukan oleh kalangan umat Islam, terhitung sejak pengusiran Portugis yang dilakukan oleh Adipati Unus terhadap penjajah portugis yang menduduki Malaka. Sejak itu kalangan santri selalu melakukan perlawanan terhadap penjajah, baik karena menjarah kekuasaan politik, menghisap seluruh hasil bumi, juga menindas bangsa Nusantara.

Sementara kalangan non santri lebih bisa bekerjasama dengan penjajah, apakah itu Portugis, Belanda, Inggris atau Jepang. Mereka sebagai ambtenaar, sebagai serdadu bayaran, atau sebagai marsose. Bagi mereka tidak ada untungnya melawan Belanda, apalagi mereka sangat diuntungkan, baik secara ekonomi maupun politik dan sosial. Karena itu hampir tidak ada perlawanan terhadap penjajah yang dilakukan kelompok mereka. Semua perlawanan dating dari kaum santri.

Hal itu tampaknya diakui pula oleh aktivis dan sekaligus sejarawan yakni Dr. Douwes Dekker atau Setiabudi mengatakan bahwa; jika tidak ada agama Islam di Indonesia ini, niscaya akan lenyaplah kebangsaan Indonesia dari kepulauan ini, karena derasnya arus faham kebaratan. Memang kebangsan akan tetap juga ada di Indonesia, tetapi kebangsaan yang tidak asli lagi, ketika mereka menjadi blandis atau terbaratkan.

Apalagi ada gerakan Politiek Kristening Belanda yang berusaha menjadikan Kristen sebagai agama dominan, yang menunjang sistem kolonial. Dengan alasan kalau Islam yang berkembang maka kolonialisme akan terncam. Islam akan selalu menentang stelsel kolonial yang tidak adil dan menindas.

Islam juga gigih mempertahankan identitas kebangsaan, sehingga tidak mudah dibelandakan atau dijinakkan. Karena itu kebangsaan Indonesia dan identitas kenusantaraan tetap ada, ketika kaum santri menempatkan diri sebagai jangkar kebangsaan.

semua teman2 Q di kelas XII-iA-2






INI DIA>>>>>>>>>>>>>>>>>...........................

Senin, 17 November 2008

Cinta Q Dalam Islam



Namun hati-hati juga dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta palsu. Cinta yang tidak dilandasi kepada Allah. Itulah para pecinta dunia, harta dan wanita. Dia lupa akan cinta Allah, cinta yang begitu agung, cinta yang murni.

Cinta Allah cinta yang tak bertepi. Jikalau sudah mendapatkan cinta-Nya, dan manisnya bercinta dengan Allah, tak ada lagi keluhan, tak ada lagi tubuh lesu, tak ada tatapan kuyu. Yang ada adalah tatapan optimis menghadapi segala cobaan, dan rintangan dalam hidup ini. Tubuh yang kuat dalam beribadah dan melangkah menggapai cita-cita tertinggi yakni syahid di jalan-Nya.

Tak jarang orang mengaku mencintai Allah, dan sering orang mengatakan mencitai Rasulullah, tapi bagaimana mungkin semua itu diterima Allah tanpa ada bukti yang diberikan, sebagaimana seorang arjuna yang mengembara, menyebarangi lautan yang luas, dan mendaki puncak gunung yang tinggi demi mendapatkan cinta seorang wanita. Bagaimana mungkin menggapai cinta Allah, tapi dalam pikirannya selalu dibayang-bayangi oleh wanita/pria yang dicintai. Tak mungkin dalam satu hati dipenuhi oleh dua cinta. Salah satunya pasti menolak, kecuali cinta yang dilandasi oleh cinta pada-Nya.

Di saat Allah menguji cintanya, dengan memisahkanya dari apa yang membuat dia lalai dalam mengingat Allah, sering orang tak bisa menerimanya. Di saat Allah memisahkan seorang gadis dari calon suaminya, tak jarang gadis itu langsung lemah dan terbaring sakit. Di saat seorang suami yang istrinya dipanggil menghadap Ilahi, sang suami pun tak punya gairah dalam hidup. Di saat harta yang dimiliki hangus terbakar, banyak orang yang hijrah kerumah sakit jiwa, semua ini adalah bentuk ujian dari Allah, karena Allah ingin melihat seberapa dalam cinta hamba-Nya pada-Nya. Allah menginginkan bukti, namun sering orang pun tak berdaya membuktikannya, justru sering berguguran cintanya pada Allah, disaat Allah menarik secuil nikmat yang dicurahkan-Nya.

Itu semua adalah bentuk cinta palsu, dan cinta semu dari seorang makhluk terhadap Khaliknya. Padahal semuanya sudah diatur oleh Allah, rezki, maut, jodoh, dan langkah kita, itu semuanya sudah ada suratannya dari Allah, tinggal bagi kita mengupayakan untuk menjemputnya. Amat merugi manusia yang hanya dilelahkan oleh cinta dunia, mengejar cinta makhluk, memburu harta dengan segala cara, dan enggan menolong orang yang papah. Padahal nasib di akhirat nanti adalah ditentukan oleh dirinya ketika hidup didunia, Bersungguh-sungguh mencintai Allah, ataukah terlena oleh dunia yang fana ini. Jika cinta kepada selain Allah, melebihi cinta pada Allah, merupakan salah satu penyebab do’a tak terijabah.

Bagaimana mungkin Allah mengabulkan permintaan seorang hamba yang merintih menengadah kepada Allah di malam hari, namun ketika siang muncul, dia pun melakukan maksiat.

Bagaimana mungkin do’a seorang gadis ingin mendapatkan seorang laki-laki sholeh terkabulkan, sedang dirinya sendiri belum sholehah.

Bagaimana mungkin do’a seorang hamba yang mendambakan rumah tangga sakinah, sedang dirinya masih diliputi oleh keegoisan sebagai pemimpin rumah tangga..

Bagaimana mungkin seorang ibu mendambakan anak-anak yang sholeh, sementara dirinya disibukkan bekerja di luar rumah sehingga pendidikan anak terabaikan, dan kasih sayang tak dicurahkan.

Bagaimana mungkin keinginan akan bangsa yang bermartabat dapat terwujud, sedangkan diri pribadi belum bisa menjadi contoh teladan

Banyak orang mengaku cinta pada Allah dan Allah hendak menguji cintanya itu. Namun sering orang gagal membuktikan cintanya pada sang Khaliq, karena disebabkan secuil musibah yang ditimpakan padanya. Yakinlah wahai saudaraku kesenangan dan kesusahan adalah bentuk kasih sayang dan cinta Allah kepada hambanya yang beriman…

Dengan kesusahan, Allah hendak memberikan tarbiyah terhadap ruhiyah kita, agar kita sadar bahwa kita sebagai makhluk adalah bersifat lemah, kita tidak bisa berbuat apa-apa kecuali atas izin-Nya. Saat ini tinggal bagi kita membuktikan, dan berjuang keras untuk memperlihatkan cinta kita pada Allah, agar kita terhindar dari cinta palsu.

Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan hambanya yang betul-betul berkorban untuk Allah Untuk membuktikan cinta kita pada Allah, ada beberapa hal yang perlu kita persiapkan yaitu:

1) Iman yang kuatRata Penuh

2) Ikhlas dalam beramal

3) Mempersiapkan kebaikan Internal dan eksternal. kebaikan internal yaitu berupaya keras untuk melaksanakan ibadah wajib dan sunah. Seperti qiyamulail, shaum sunnah, bacaan Al-qur’an dan haus akan ilmu. Sedangkan kebaikan eksternal adalah buah dari ibadah yang kita lakukan pada Allah, dengan keistiqamahan mengaplikasikannya dalam setiap langkah, dan tarikan nafas disepanjang hidup ini. Dengan demikian InsyaAllah kita akan menggapai cinta dan keridhaan-Nya.

cin


Jujurnya Politisi

Seorang perempuan marah-marah kepada suaminya karena kedapatan punya istri lain.

Saat suaminya baru datang dari kantor DPR ia langsung melabrak.

"Kamu dari kemarin ngakunya setia sama aku, tidak akan punya istri lain...."

Suami yang baru menyadari kalau rahasianya terbongkar tidak bisa berkata-apa apa. Terdiam, garuk-garuk kepala.

Istrinya melanjutkan, "mestinya aku dulu mendengarkan nasihat bapak kalau politisi itu menang mentereng aja, kepribadiannya ngga bagus, tidak jujur, suka bohong.."

Suaminya tetap terdiam. Istinya melanjutkan lagi. "Kenapa mas tega mbohongin aku, kamu tidak jujur sama aku."

"Pantesan kamu sering pulang pagi. Katanya ada rapat fraksi. Eh...nyatanya... Dasar tukang bohong..."

Suami tetap diam, hanya bisa bergumam. "Aduh dek...itu sih sudah paling jujur..."

Mungkin maksudnya, yang lebih bohong lagi masih ada.
Setan Nggak Mau Dibohongi

Semakin liberal orang dalam beragama maka semakin enggan dia untuk mengunjungi tempat ibadah. Karenanya di Australia banyak gereja dijual. Namun harganya pun murah sekali, karena orang-orang percaya kalau gereja itu banyak setannya, banyak gendruonya.

Saat membentuk cabang istimewa NU di Australia, para pengurus memilih menempati mantan gereja. Tidak takut setan. Soalnya, sebelum ditempati para pengurus memembaca Al-Qur’an di sana sampai hatam. Setannya pun lari.

Lalu ada meniru cara ini. Ada yang membeli gereja untuk dijadikan tempat berbisnis. Sayangnya orang ini tidak bisa baca Al-Qur’an. Tapi dia tidak kehabisan cara. Dia membeli tape recorder lengkap dengan kaset berisi bacaan Al-Qur’an’, dia bunyikan, lalu dia pergi karena takut ada setan.

Keesokan harinya dia kembali. Hah... setannya hilang bersama tape recorder dan kasetnya. ”Ternyata setan pun nggak mau ditipu,” kata KH Hasyim Muzadi
Beda Wanita Arab dan Betawi


Santri: Kenapa wanita dulunya dilarang ziarah kubur?

Ustadz: Karena pada zaman Nabi wanita Arab dulu punya kebiasaan yang tidak baik. Ketika berziarah kubur mereka berteriak-teriak, meraung-raung, bahkan ada yang menyobek-nyobek pakaiannya sendiri. Jadi illat atau penyebab diharamkannya dulu itu adalah faktor "histeris" itu.

Santri: Jadi sekarang sudah tidak dilarang?

Ustadz: Ya. Bahkan jadi sunnah. Di Arab sana wanita-wanita sudah tidak histeris begitu. Nabi juga sudah mencabut larangannya. Apalagi di Indonesia, kebiasaan seperti itu dari dulunya tidak ada.

Santri: Tapi, menurut saya, ada pengecualian untuk wanita Betawi.

Ustadz: Lha kenapa?

Santri: Kalau dulu wanita Arab berteriak-teriak, tapi sekarang saat wanita Betawi ziarah kubur, yang berteriak malah jin yang ada dalam kuburan itu.

Ustadz
: Lha kenapa?

Santri: Jinnya kesel. "Hei ibu-ibu, jangan berisik," katanya.

Ustadz
: Ohhhh................. (nam)
Rokok Sufi


Seorang sufi sudah lama menderita sakit. Namun anehnya dia tetap aktif merekok. Padahal dia tidak bisa bekerja. Istrinya yang selalu merawatnya lama-lama jengkel juga dan sering marah-marah.

Tapi suatu hari, saat istrinya marah dan membanting piring hingga pecah, sang sufi malah berdoa kepada Tuhannya, sambil tetap mengepulkan asap rokok.

"Ya Allah, biarlah engkau bikin aku sakit, asal aku masih bisa menikmati rokok. Kalu perlu matikanlah aku dalam keadaan merokok..!

Humoria

Rokok Sufi

Seorang sufi sudah lama menderita sakit. Namun anehnya dia tetap aktif merekok. Padahal dia tidak bisa bekerja. Istrinya yang selalu merawatnya lama-lama jengkel juga dan sering marah-marah.

Tapi suatu hari, saat istrinya marah dan membanting piring hingga pecah, sang sufi malah berdoa kepada Tuhannya, sambil tetap mengepulkan asap rokok.

"Ya Allah, biarlah engkau bikin aku sakit, asal aku masih bisa menikmati rokok. Kalu perlu matikanlah aku dalam keadaan merokok..!









Sabtu, 01 November 2008

jangan tinggalkan Q

Dek darul jangan tinggalkan Q..........................................................................................sendiri disini !



Q disini ketakutan tanpa adanya dirimu, Q ga tenang !





ya ALLAH kenapa diri & hatiku begini ?


ya ALLAH sadarkan Q !

hari ni Q paling sebe....................................................l !

Kenapa ? ...........................................................




Q sangat sebel ? rsanya aku ingin merobek2 orang yang ingin Q bunuh,



hari ni tanggal 01 november 2008, Q sangat .........................................

Jumat, 31 Oktober 2008

ni adalah kenangan Q, darinya.............................................


@ss@l@mu@l@ikum....................



Fid.....terim@k@sih @tas semu@ k@sih s@y@ng & cint@,keseti@@nmu s@m@ @ku.T@pi, k@mu tid@k boleh terl@lu memikirk@n itu semu@, sel@lul@h berdo@ kep@d@ ALLAH @g@r @p@ y@ng kit@ ingink@n d@p@t terwujud.

Fidz....k@mu tahuk@n k@l@u w@nit@ itu kel@k @k@n @d@ y@ng memimpin, membimbing, diduni@ menuju @khir@t.@ku ingin mend@p@tk@n seor@ng pend@mping y@ng bis@ memenuhi kriteri@ tersebut & aku ingin k@mulah or@ngny@.k@mu m@uk@n berus@h@ untuk semu@ itu??demi cint@mu p@d@ku.T@pi k@mu jug@ h@rus t@hu b@hw@ semu@ itu @d@l@h kehend@k ALLAH, J@di kit@ h@rus pasrah & ikhlas jika ALLAH berkehendak lain. Walaupun itu menyakitkan bagi kita.

.Fidz.. @ku ingin kamu menjadi orang yang lemah lembut,penyabar,& tidak mud@h m@rah.Istighfarlah jika kamu sedang marah,@ku ingin b@nget k@mu seperti itu.@ku jug@ ingin k@mu sering men@sehati aku. kita masih sekolah @palagi sebentar lagi mau menghadapi ujian,kita lupakan dulu masalah kita.kita konsen dulu dalam belajar.Bi@rkan tuhan yang meng@tur.@ku tidak m@u g@r@2 @ku k@mu tdk konsen.Demi cinta suci kita.Tapi CINTA ALLAH-LAH yang paling utama.


W@ss@l@mu@l@ikum.....YA CHABIBI QOLBI...
Dari Chabibatuka


HIKM@H














Senin, 20 Oktober 2008

DEK DARUL YANG SELAMA NI q SAYANGI N QCINTAI



Dek dalam tulisan ni Q kan terus terang padamu, Q harap kamu tidak marah " Q sangat serius padamu " Insya ALLAH Q kan selalu mencintaimu meskipun kamu jnantinya jauh dariku, tapi kuharap engkau tidak melupakan aku dan tetap seperti dek darul yang sekarang Q kenal, Q juga kan selalu menjaga hatiku tuk menemuimu di suatu saat nanti Q kan ke rumahmu dengan oarng tua Q kalaw mereka masih hidup.

"Q kan menjaga hatiku untukmu Dek Darul Hikmah"


di atas itu Adalah foonya Cantik Ga................?